Oleh : Drs. Muhammad Nasirudin, MA*

Staf

Pengantar

* Paling awal diturunkan sehingga menjadi ‘penanda’ Muhammad SAW sebagai Rasulullah

* Diturunkan ketika Rasulullah Muhammad SAW sedang bertahanuts ‘merenung’ di gua Hira’, pada tanggal 17 Ramadhan lewat malaikat Jibril yang muncul dengan wujud aselinya

* Tema surah ini: pengajaran dan penjelasan tentang Allah dalam sifat dan perbuatan-Nya serta bahwa Dia sumber (pengajar) ilmu pengetahuan

* Nama lain surah al-’Alaq: Iqra’, Iqra’ Bismi Rabbika

ù&tø%$# ÉOó™$$Î/ y7În/u‘ “Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ

1. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang mencipta

a. Bacalah [wahyu Ilahi, alam, masyarakat, pengetahuan, diri] dengan nama Tuhan [yang selalu memelihara dan membimbing]mu dan menciptakan [semua makhluk kapanpun]

a. Qara’a ‘menghimpun’ dan ‘membaca’: menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-ciri sesuatu

b. Bismi sebagai mulabasah ‘penyertaan’: Bacalah disertai dengan nama Tuhanmu

c. Rabb seakar dengan tarbiyah ‘pendidikan’: pengembangan, perbaikan, peningkatan

d. Khalaq ‘mencipta’ = ja’ala ‘mencipta bermanfaat’

e. Panca Baca kita: baca al-Quran, baca buku, baca lingkungan, baca diri, baca peluang

t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ

2. Yang telah menciptakan manusia dari ‘alaq

a. [Dia adalah Tuhan] yang telah menciptakan manusia [yakni semua manusia kecuali Adam dan Hawa] dari ‘alaq [yakni segumpal darah atau sesuatu yang bergantung di dinding rahim]

a. Kecuali Adam dan Hawa, lambang manusia berakal budi yang pertama

b. Insan ‘manusia jiwa’ bisa berasal dari uns ‘harmonis’, nisy ‘lupa’ atau naus ‘gerak’

c. al-’Alaq ‘segumpal darah’, sesuatu yang bergantung di dinding rahim, embriologi

d. Penegasan kembali proses penciptaan manusia secara utuh-total (fisik, akal, batin, intuisi) sebagai dasar bagi terlaksanakannya perbuatan-perbuatan yang lain

ù&tø%$# y7š/u‘ur ãPtø.F{$# ÇÌÈ

3. Bacalah dan Tuhanmu Maha Pemurah

a. Bacalah [berulang-ulang] dan Tuhanmu [Pemelihara dan Pendidik]mu Maha Pemurah [sehingga akan melimpahkan aneka karunia]

a. Bacalah (berulang-ulang) [meskipun objek-baca sama niscaya muncul pengertian baru]

b. al-Akram ‘paling pemurah’. Karama 27 x disebut al-Quran: memberi dengan mudah tanpa pamrih, bernilai tinggi, terhormat, mulia, setia, bersifat kebangsawanan

c. Generasi-generasi bergantian membaca al-Quran dan alam raya yang kemudian melahirkan pemahaman dan penemuan rahasia yang berbeda, dan terus berkembang

d. Bacalah dan ulangi bacaan, Tuhanmu akan memberi manfaat kepadamu, manfaat yang banyak tidak terbatas karena Dia akram, memiliki segala macam kesempurnaan.

“Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ

4. Yang mengajar dengan pena

a. [Dia yang Maha Pemurah itu] yang mengajar manusia dengan pena [yakni dengan sarana dan usaha mereka]

a. al-Qalam ‘pena’ atau ‘hasil alat yang diruncingkan’

b. Ada kesejajaran-berkebalikan redaksi ayat ini dengan ayat ke-5 sehingga memunculkan tafsir luasnya menjadi: (Dia) yang mengajar (manusia) dengan pena (tulisan) [hal-hal yang telah diketahui manusia]

c. Pengajar ilmu pengetahuan yang telah tertuliskan (pena) semuanya itu Allah SWT

d. Dikuatkan pula dengan QS al-Qalam [68]: ayat 1 yang artinya: Nun demi Qalam dan apa yang mereka tulis. Awal surah al-Qalam juga diturunkan setelah surah al-’Alaq ini

zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷ètƒ ÇÎÈ

5. Mengajar manusia apa yang belum diketahuinya

a. [Dan Dia juga yang] mengajar manusia [tanpa alat dan usaha mereka] apa yang belum diketahuinya

a. Kesejararan-berkebalikan redaksi ayat ini dengan ayat ke-4 yang memunculkan tafsir luas: (Dia) mengajar manusia (tanpa pena) apa yang belum diketahui sebelumnya [inilah 'ilm ladunniy]

b. Pengajar (ilm ladunniy) kepada manusia adalah Allah SWT

c. Allah memperkenalkan diri sebagai Yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui dan Maha Pemurah. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. Sedangkan karim (kemurahan)-Nya tidak terbatas sehingga Dia kuasa dan berkenan untuk mengajar manusia dengan ataupun tanpa pena.

*) Disampaikan secara rutin hari Ahad, Rabu dan Jumat di masjid Al-Fath, Kauman Muntilan sebagai isian dalam kajian Kuliah Subuh